Liput Peristiwa Bentrokan, Jurnalis TV One Jadi Korban Beringas Puluhan Preman

Kusnaedi Baduy, saat dirawat disalah satu Rumah Sakit. (Foto: TitikNOL)
Kusnaedi Baduy, saat dirawat disalah satu Rumah Sakit. (Foto: TitikNOL)

TANGERANG, TitikNOL - Kusnaedi Baduy, wartawan salah satu televisi nasional, menjadi korban saat bentrokan dua kubu kelompok pemuda meletus di Pasar Induk Tanah Tinggi (PITT) Kota Tangerang. \

Pria yang diketahui sebagai kontributor TV One itu justru menjadi sasaran puluhan massa saat melakukan tugas peliputan, pada Sabtu (30/12/2017) kemarin. Ketika dikonfirmasi TitikNOL pada Minggu (31/12/2017), Kusnaedi Baduy mengaku menjadi salah satu korban puluhan massa yang tidak terima, ketika aksi sweeping yang dilakukan salah satu kelompok pemuda dengan menenteng berbagai senjata tajam diliput oleh awak media.

"Saat kelompok pemuda itu akan melakukan sweeping, gue ngerol (rekam, red) kelompok mereka yang bawa samurai dan lainnya. Namun mereka tidak terima diliput. Dan ada yang bilang gebugin, gebugin, gebugin. Ada sekitar 50 orang mukulin gue dengan balok, sajam, serta pukulan tangan," terang Kusnaedi, kepada TitikNOL, Minggu (31/12/2017).

Meski begitu, ia mengaku telah melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya kepihak berwajib. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat menangkap para pelaku.

Terpisah, ketika dikonfirmasi TitikNOL terkait perkembangan laporan Kusnaedi Baduy, pasca menjadi salah satu korban bentrok di PITT, Kasatreskrim Polrestro Tangerang Kota AKBP Dedy Supriyadi, mengaku masih mendalami informasi.

"Masih didalami kejelasannya apakah yang bersangkutan ada di TKP, melalui pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui adanya kejadian tersebut," jelas Dedy Supriyadi kepada TitikNOL. (Don/red).

Komentar