Sistem Berbasis IT di Pelabuhan Cigading Dikeluhkan Agen Pelayaran

Suasama rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Jasa Pemanduan dan Penundaan bersama PT PCM,PT KBS,KSOP Banten di Hotel The Royale Krakatau Cilegon. (Foto: TitikNOL)
Suasama rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Jasa Pemanduan dan Penundaan bersama PT PCM,PT KBS,KSOP Banten di Hotel The Royale Krakatau Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Layanan berbasis IT atau Port Cigading Informasi Sistem (POCIS) yang diterapkan pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS) Ciwandan, Kota Cilegon, dikeluhkan pengguna jasa pelabuhan atau agen pelayaran.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Banten Agus Susanto mengungkapkan, sistem POCIS yang dipergunakan pelabuhan KBS saat ini belum bisa menampung aspirasi yang inginkan, terutama untuk kapal yang akan sandar lebih dari satu pelabuhan.

"Kalau untuk satu pelabuhan sebenarnya enggak masalah. Tinggal edit sedikit aaja sistem tersebut sehingga bisa memfasilitasi untuk kapal yang akan sandar lebih dari satu pelabuhan, di luar Cigading tentunya," kata Agus Susanto kepada wartawan, usai menggelar Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Jasa Pemanduan dan Penundaan bersama PT PCM, PT KBS, KSOP Banten di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Selasa (6/3/2018).

Dikatakan Agus, kapal-kapal tanker biasanya sandar lebih dari satu pelabuhan atau sandar di dua pelabuhan, tiga pelabuhan hingga empat pelabuhan.

Maka dengan itu, ia meminta layanan secara manual kembali diterapkan, karena sistem POCIS tersebut belum bisa mengakomodir semuanya.

"Kenapa kita minta manual, karena sistemnya sendiri belum mengakomodir untuk pelayanan lebih dari satu pelabuhan, karena kapal sandar lebih dari satu pelabuhan itu belum bisa diakomodir disistem POCIS. Sehingga kita harapkan biar jalan ya sudah pakai manual saja dulu," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Direktur PT KBS Syar Amran, mengakui jika sistem POCIS yang diterapkan belum berjalan secara maksimal.

"Tim IT kita sekarang sedang berupaya untuk mempermudah bagaimana sistem itu diaplikasikan. Sebenarnya sih sulit atau tidaknya itu bagaimana orang," kata Syar Amran di tempat yang sama.

Menurut Amran, pihaknya selaku pelayanan atau penyedia jasa selalu terbuka untuk dikoreksi.

"Mudah-mudahan ke depan pelayanan atau komunikasi dari aplikasi tadi bisa segera diperbaiki," tukasnya. (Ardi/TN1).

Komentar