Ternyata Tersangka Belajar dari Internet untuk Racik Madu Palsu

Barang bukti alat peracik madu palsu yang diamankan dari tangan pelaku. (Foto: TitikNOL)
Barang bukti alat peracik madu palsu yang diamankan dari tangan pelaku. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - MS, tersangka pemilik pabrik pembuatan madu palsu yang beredar di wilayah Kabupaten Lebak, mengaku belajar dari internet membuat madu menggunakan campuran Molase (Ampas Tebu), Glukosa dan Fluktosa.

"Taunya dari internet campurannya untuk membuat madu," kata MS di Polda Banten, saat pres rilis ungkap kasus pabrik pembuatan madu palsu, Selasa (10/11/2020).

MS mengaku bisa memproduksi madu palsu satu ton perharinya, yang dikemas melalui drigen dan dikirim kepada pemesan menggunakan kendaraan mobil bak terbuka.

"Kadang siang kadang malam pake mobil cery (langsung diantar kepada penjual)," ungkapnya.

Ia juga mengakui, biasanya melakukan pengiriman tergantung pemesanan dari pihak lain. Untuk sekali pemesana bisa di kisaran 300 kilogram hingga 500 kilogram.

"Kalau yang pesen aja, enggak nyampe ton ton tergantung pesenan kadang 500 kilo kadang 300 kilo setiap ada pesenan," katanya.

Baca juga: Polda Banten Bongkar Pembuatan Madu Palsu, Pelaku Raup Untung hingga Rp8 M

Sebelum menjual madu palsu, MS merupakan seorang penjual mie ayam. Lantaran kebutuhan ekonomi, ia nekat menjual madu palsu. Dari penghasilannya itu, Ia membagi-bagi untuk pegawai dan kebutuhan sehari-hari.

"Sebelum pandemi udah sudah menjual, baru 11 bulan, pegawai satu. Sebelumnya jual mie ayam. Tau beresiko buat kesehatan karena kebutuhan ekonomi pak," jelasnya.

MS ditangkap bersama satu pegawainya TM. Kini para tersangka harus mendekam dibalik jeruji penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Gat/TN1)

Komentar