SERANG, TitikNOL - Tiga tahun sudah Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Link Kendal, Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tanpa penghuni.
Pantauan di lokasi, Rusunawa telah mengalami banyak kerusakan di bagian kaca, atap susun hingga fasilitas kasur. Lampu pun raib.
Diketahui, bahwa bangunan Rusunawa di Margaluyu tersebut menghabiskan anggaran Rp21,92 miliar dari APBN 2018 dan memiliki dua bangunan yang saling berhadapan dengan tipe kamar 24 meter persegi.
Pertama, hunian vertikal sebanyak satu tower blok lengkap dengan PSU terdiri dari lima lantai dan 70 unit kamar dengan 63 kamar biasa, serta tiga kamar untuk kebutuhan khusus atau difabel. Sedangkan untuk bangunan yang kedua belum diketahui jumlah kamarnya.
Ketua Rt 09, Rw 03 Link Kendal Nazib mengatakan, sejak dua tahun terakhir Rusunawa di Margaluyu tidak kontrol. Ditambah, rumor yang beredar di masyarakat security yang berjaga di Rusunawa tersebut tidak dibayar.
"Nggak ada yang jaga sih hampir dua tahunan makanya pada rusak, ancur," katanya saat ditemui di lokasi Jumat (12/7/2019).
Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak pemerintah daerah, pembangunan Rusunawa ini dikhususkan untuk masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani.
"Udah tiga tahun bangunan ini didirikan, katanya buat warga yang di bantaran, tapi masyarakat kan nggak mau yang kayak gini, pengen kayak perumahan," terangnya.
Sementara para warga menolak mendiami Rusunawa itu, dikarenakan ukuran kamar yang disediakan tidak memiliki kapasitas ruang yang luas. Sehingga para warga bingung untuk menyimpan barang-barang miliknya.
"Belum diresmikan juga, tapi petani sama nelayan kalau rumahnya kayak gini barang-barang kayak jala sama cangkul gimana, ruangannya kan kecil," tukasnya. (Son/TN1)