Tren Kasus Corona di Banten Naik, Penerapan PSBB Tidak Maksimal?

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni. (Foto: TitikNOL)
Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten kian hari naik signifikan. Hal ini terlihat dari grafik yang menunjukan adanya penambahan sebanyak 137 warga Banten terkonfirmasi positif virus Corona perhari ini, Selasa (15/9/2020).

Melihat perkembangan itu, Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di Banten, sepertinya belum cukup membendung lajunya penyebaran Covid-19.

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengatakan, tren penyebaran virus Corona di Banten sedang mengalami penambahan yang signifikan. Hal itu dikarenakan, masih banyaknya masyarakat yang abai terhadap anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan. Terlebih, Pergub nomor 38 tahun 2020 harus disosialisasikan kembali dengan masif.

Jangankan di tatanan masyarakat, sambung Andra, di gedung DPRD Provinsi Banten yang notabene pegawai Pemprov Banten, masih ditemukan orang yang tidak memakai masker.

"Ini perlu sama-sama harus di sosialisasikan. Ternyata masih ada di lingkungan kami yang tidak menggunakan masker. Harus diakui di gedung ini (DPRD Banten) masih ada yang tidak menerapkan protokol," katanya kepada TitikNOL.

Ia menerangkan, perlu ada kesadaran yang lebih untuk menekan angka penyebaran virus Corona. Terlebih hingga saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan pasien dari virus yang berasal dari Wuhan, China.

"Perlu kesadaran lebih, kesadaran ekstra, kehati-hatian menggunakan masker, cuci tangan dan hal yang harus di perhatikan selama pandemi. Karena tidak tahu ini kapan harus berakhir," terangnya.

Menurut Andra, salah satu cara meminimalisir penularan adalah dengan mempersempit ruang gerak warga. Dan PSBB merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten untuk melindungi rakyatnya.

Meskipun pihaknya sadar, pada saat daerah Tangerang Raya telah melakukan 10 kali memperpanjang PSBB, namun hari ini kembali masuk pada zona merah.

"Terbukti Tangerang Raya tetap bisa melaksanakan PSBB, walaupun kita tahu itu berbatasan langsung dan hari ini kembali merah, perlu disadari ini tren," ungkapnya.

Meski demikian, persoalan ekonomi di Tangerang Raya tidak mati total. Setiap hari berangsur-angsur mengalami pertumbuhan.

"Jadi setelah 10 kali PSBB diperpanjang di Tangerang, nyatanya nggak menghambat, ekonominya mulai bisa beransur-ansur walau tidak 100 persen. Kabupaten, Kota nggak usah kuatir juga," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar