Video Karyawan PT Saedong Disekap Perusahaan di Toilet Beredar

Sejumlah wartawan tengah melihat video penyekapan karyawan pabrik sepatu PT. Saedong. (Foto: TitikNOL)
Sejumlah wartawan tengah melihat video penyekapan karyawan pabrik sepatu PT. Saedong. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Prilaku tidak manusiawi dialami sejumlah karyawan PT. Saedong, perusahaan yang bergerak di bidang produksi sepatu yang berlokasi di Jalan Raya Rangkasbitung - Cikande, tepatnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Tindakan perusahaan tersebut diketahui, setelah beredarnya video berdurasi 11 detik yang beredar di kalangan wartawan di Kabupaten Lebak.

Dalam video yang berdurasi 11 detik tersebut, sejumlah karyawan terlihat disekap di sebuah ruangan sempit yang disebut-sebut sebuah ruangan toilet milik perusahaan.

Belum diketahui penyebab dan alasannya kenapa para karyawati tersebut disekap oleh pihak perusahaan.

Fauzan, manager personalia PT. Saedong saat dihubungi TitikNOL melalui sambungan telepon selulernya di nomor kontak +628787113XXXX untuk dikonfirmasi, tidak dapat dihubungi.

Terpisah, Mala (18) salah seorang mantan karyawati PT. Saedong membeberkan, penyekapan kerap terjadi di PT. Saedong terhadap para karyawan dan karyawati yang bekerja di perusahaan tersebut.

Menurutnya, tidak hanya persoalan penyekapan saja yang diperlakukan kepada karyawan/karyawati tanpa alasan yang jelas. Namun lanjut Mala, kekerasan juga kerap dialami dan dirasakan oleh para karyawan/karyawati yang bekerja di pabrik sepatu tersebut.

"Kalau penyekapan itu sering dilakukan kalau ada tamu, enggak tahu alasannya apa. Enggak hanya soal penyekapan, tapi kekerasan juga sering terjadi apalagi kalau karyawan berbuat kesalahan dalam bekerja mesti kesalahannya kecil," ujar Mala kepada wartawan melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (6/2/2018).

Kata Mala, dirinya pun sering mendapat pengaduan dan keluhan dari sejumlah rekan kerjannya soal kekerasan yang dialami di perusahaan tersebut.

"Saya malah suka dapat keluhan dari teman kerja saya waktu itu, ada yang di tendang bahkan di pukul kalau berbuat sedikit saja kesalahan, tapi teman-teman kerja saya sepertinya enggak mau lapor, karena takut diberhentikan bekerja," beber Mala.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan dan dinas terkait. (Gun/TN1)

Komentar