CILEGON, TitikNOL - Manajemen Trans Retail Indonesia (Transmart) akhirnya buka suara terkait membludaknya pengunjung Transmart Cilegon yang mengabaikan protokol kesehatan.
Vice President Corporate Communication Transmart, Satria Hamid mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi atas tingginya animo masyarakat terhadap keberadaan Transmart di Kota Cilegon.
Evaluasi itu kata dia, untuk mengatisipasi kerumunan masyarakat di dalam area mall. Manajemen juga membuat jalur alur arah mengular di depan toko dengan titik-titik yang sudah ditandai.
"Kita juga mengimbau masyarakat yang mau datang ke tempat kita agar menerapkan disiplin dan mau diarahkan oleh petugas di lapangan, karena terkendala yang kita lihat penuh tantangan untuk mengatur mereka (pengunjung)," kata Satria saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Selasa (15/12/2020).
Selain itu, manajemen juga menerapkan protokol kesehatan lain seperti jaga jarak, pengecekan suhu tubuh, jika di atas 37 maka tidak bisa masuk ke area pusat perbelanjaan yang baru beberapa hari diresmikan tersebut.
"Kemudian, di internal kits akan melihat kerumunan di dalam toko, sudah dihitung, dengan jarak satu orang satu meter, maksimum di setiap lantai 250 orang.Ketika sudah melebih batas maksimum maka pintu akan ditutup terlebih dahulu," jelasnya.
Adapun terkait ancaman Walikota Cilegon Edi Ariadi yang akan menutup sementara mall tersebut, menurut Satria pihaknya berharap opsi tersebut tidak sampai terjadi karena yang akan terkena dampak tak hanya investasi tapi juga masyarakat.
"Tapi mari sama-sama kita terapkan disiplin di lapangan, baik karyawan saya, kita minta bantuan pemerintah, kepolisian, intinya kita jaga bersama-sama, karena ini jatuhnya aset Cilegon," harapnya. (Ardi/TN1).
Bawaslu Diminta Antisipasi Pelanggaran Balon Gubernur yang 'Jualan' Sebelum Tahapan Pilkada
Polisi Periksa Dua Saksi Terkait Tewasnya Pekerja di Bendung Karian
Ini Isi Surat Suku Baduy ke Presiden dan Bantahannya
Miris! Bayi dengan Usus Keluar Tak Punya Biaya Berobat
Ketua Komjak: Tidak Logis Jika ada Laporan Audit Ganda BPK
Sering Gunakan Pasta Gigi untuk Menghilangkan Jerawat? Ini Bahayanya
Pemerintah Diminta Bubarkan PT BGD dan PT BGP