SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), pamer pembangunan fly over Bogeg yang sudah 21 persen capaiannya. Proyek untuk mengurai kemacetat itu dianggarkan Rp165 miliar.
Kemudian, hasil tinjauan pembangunan jembatan itu diunggah di media sosial (Medsos) instagram pribadinya @wh_wahidinhalim.
Foto WH yang berdampingan dengan Wakil Gubernur Banten itu, diperjelas dengan keterangan status. Intinya, pembangunan fly over itu bertujuan mempermudah akses transportasi masyarakat.
"Tiap hari jembatan Bogeg macet dan antre kendaraan karena jalannya sempit, sudah bertahun-tahun aksesibilitas masyarakat terganggu. Jembatan yang melintas di atas (fly over) Jalan Tol Tangerang-Merak itu berada di Jl Syekh Nawawi Al Bantani yang menghubungkan Jl Raya Jakarta dengan Jl Raya Pandeglang di Kota Serang. Tahun ini Pemprov Banten anggarkan 165 M dan akan rampung akhir tahun ini. 'Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh masyarakat. Kami Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan pembangunan dan selalu melalukan yang terbaik bagi masyarakat, pembangunan Jembatan Bogeg untuk rakyat'," tulisnya yang dikutip, Selasa (12/10/2021).
Unggahan itu pun dibanjiri oleh warga net. Tidak sedikit juga ada yang berkomentar tentang kondisi jalan di wilayah Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak yang masih rusak.
"Pak, dengan dana tersebut alangkah lebih bijaknya mending dipakai buat benerin jalan di banten selatan, jalan cikatomas-tegalumbu aspalnya cuma stengah stengah, stengah bagus, stengah lagi ga diaspal, ancur jalannya. Saya gak paham kenapa ga full, apakah anggarannya cuma segitu atau permainan kongkalikong ni antar pejabat sama kontraktor. Cobalah kapan kapan bapak tinjau ke sini," komentar @zee.mtqn.
"Jalan kewenangannya terbagi2, ada kewenangan jalan kabupaten/kota kewenangan bupati/walikota, ada jalan provinsi kewenangan gubernur, ada jalan kewenangan pusat/presiden. Sekedar info untuk jalan provinsi yang belum bagus itu kurang lebih sekitar 20 KM lagi berada di jalan Cipanas-Warungbanten ruas citorerk warungbanten saat ini terus dilakukan penanganannya, pemprov banten jg menggelontorkan bantuan keuangan untuk membantu pembangunan diluar kewenangan langsung pemerintah provinsi Banten," jawab WH.
Tidak hanya warganet, Buapti Lebak Iti Octavia melalui akun @viajayabaya turut berkomentar. Pihaknya mengajak WH ngopi sembari ngobrol soal pembangunan agar sinergis dengan kabupaten kota.
Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Lebak itu menandai akun Bupati dan Wali Kota di Provinsi Banten. Sayangnya, mereka tidak merespon ajakan Iti.
"Pak Gubernur @wh_wahidinhalim kita ngopi bareng Yu dengan Bupati/Wali Kota se-Banten biar bisa sinergis dan semakin kompak" @ratutatuchasanah @irnadimyati @kang_syafrudin @helldy.agustian @benyamindavnie_official @ariefwismansyah @zaki.iskandar_story," ujar Iti.
Ajakan itu pun direspon oleh warganet dan gubernur. Namun sayang, komentat gubernur nampaknya dihapus. Hal itu diketahui saat Iti mempertanyakan di kolom komentar alasan penghapusan jawaban ngopinya tersebut.
"Kok dihapus komen-nya pak @wh_wahidinhalim ? Terimakasih atas bantuan Bapak Gubernur kepada Kabupaten Lebak. Namun seperti Bapak ketahui dengan luas wilayah Kabupaten Lebak kurang lebih 34 % dari wilayah Provinsi Banten, kalau hanya mengandalkan APBD Kabupaten Lebak tentu tidak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan insfratuktur utamanya. Saat ini, kami bersama Kabupaten Pandeglang menyumbang IPM terendah di Banten. Maka sangat baik apabila ada afirmasi kebijakan untuk Lebak dan Pandeglang. Provinsi Banten memang setiap tahun memberikan bantuan keuangan, namun dari tahun ke tahun semakin menurun. Tahun 2021 Bantuan keuangan Provinsi Banten ke Lebak menjadi tinggal 25 Milyar, semakin jauh dari rencana Bankeu 100 Milyar /tahun. Bantuan keuangan walaupun bukan kewajiban, namun kami berharap dengan Posisi Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat terlebih dimasa pandemi ini, bisa fokus membantu Lebak. Sederhananya Lebih Maju, Banten Maju. Tabik," ucap Iti sambil memnerikan emot minta maaf.
Hingga berita ini diterbitkan, Gubernur WH tidak menjawab komentar Iti. (TN2)