Diancam Mau Dibunuh, Warga di Lebak Laporkan Kadesnya ke Polisi

Asid, Kades Citorek Sabrang (baju putih) dan Nariudin saat berada di ruang kerja kades sebelum terjadinya peristiwa pengancaman. (Foto: Ist)
Asid, Kades Citorek Sabrang (baju putih) dan Nariudin saat berada di ruang kerja kades sebelum terjadinya peristiwa pengancaman. (Foto: Ist)

LEBAK, TitikNOL - Mohamad Iyos Rosyid alias Yosa, warga Kampung Sukamaju RT02/RW02, Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, mendatangi Polres Lebak pada 17 Agustus 2017 lalu.

Kedatangan Yosa untuk melaporkan Kades Citorek Sabrang bernama Asid, yang dianggapnya telah melakukan pengancaman dan akan membunuh pelapor.

Dijelaskan Yosa, tindakan Asid kepadanya dipicu adanya tudingan bahwa Yosa salah satu orang yang dianggap menggerakan warga untuk demo di kantor Camat Malingping belum lama ini. Camat Malingping diketahui merupakan kakak kandung kades.

Diakui Yosa, selain melaporkan kades, dirinya juga melaporkan rekan kades bernama Nariudin, karena dianggap bersama-sama dengan kades melakukan pengancaman kepada dirinya.

"Waktu itu saya datang Jam 11.00 WIB pagi pada tanggal 17 Agustus 2017 ke kantor balai Desa Citorek Sabrang untuk berkoordinasi masalah pekerjaan saya. Saya dibawa ke ruangan kepala desa, di sana ada tiga orang. Saya, Sekdes Sarnuki dan Kades Asid. Selang 15 menit datanglah saudara Nariudin. Tiba-tiba dia (Nariudin) mencoba mulai memprovokasi masalah dan ikut nimbrung di dalam pekerjaan saya. Nah, 5 menit kemudian datang juga ketua BPD bernama pak Karman. Suasana bukan mendingin malam makin panas. Saya dituduh menjadi dalang di balik demo Camat Malingping yaitu Sukanta," ujar Yosa kepada TitikNOL, Sabtu malam (19/8/2017) kemarin.

Selain itu kata Yosa, dirinya juga dituduh membuat kegaduhan terkait kasus bedah rumah di Citorek Sabrang oleh saudara Nariudin. Tak terima atas tuduhan Nariudin, Yosa pun mempertanyakan atas kehadiran Nariudin di kantor desa Citorek Sabrang.

"Tak terima saya, saya mempertanyakan, Nariudin (secara KTP warga kecamatan Cipanas) datang ke tempat ini (kantor desa) sebagai apa? Saya meminta dia untuk keluar. Tapi Asid selaku Kades malah memperlakukan saya dengan melempar satu gelas kopi dan satu gelas air putih ke saya. Beruntung saya diselamatkan oleh ketua BPD. Saya pun dikejar keluar dan mau dilempar balok oleh kades Asid, Saya diancam mau dibunuh oleh kades Asid," ungkap Yosa.

"Saya tidak ikut demo soal Camat Malingping, memang saya asli Malingping dan menikah dengan anak mantan Kades Citorek Sabrang. Saya pindah alamat ke Citorek," ujar Yosa menambahkan.

Sementara surat laporan pengaduan bernomor 11, pada pukul 20.30 WIB, Kamis 17 Agustus 2017 ke Mapolses Lebak ditandatangani petugas SPK Polres Lebak oleh Bripda Guruh Endra.

Wartawan pun hingga saat ini belum mendapatkan komentar dari pihak terlapor yakni Kades Citorek Sabrang dan Polres Lebak. (Gun/red)

Komentar