Rencana Pemanfaatan Fasos dan Fasum Pemkot Tangerang Masih Sisakan Derita Warga

Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. (Dok: kabarin)Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. (Dok: kabarin)

TANGERANG, TitikNOL - Rencana pemanfaatan fasilitas sosial dan fasilitas umum di Kampung Mekarsari Rt 02 dan Rt 04, Rw 06, Panunggangan Barat, Cibodas, Kota Tangerang, rupanya belum berjalan mulus.

Pasalnya, pasca pembongkaran ratusan bangunan oleh Pemkot Tangerang melalui Satpol PP beberapa hari lalu, masih menyisakan derita sejumlah warga setempat, Rabu (20/12/2017).

Dari pantauan TitikNOL di lokasi menyebutkan, tampak masih terdapat sejumlah warga yang masih bertahan di lokasi penggusuran dengan alasan hak-haknya sebagai warga negara belum diperolehnya secara manusiawi.

Ketika berbincang dengan TitikNOL, Suryanto, selaku Tim Advokasi warga Kampung Mekarsari mengatakan, sejumlah warga Kampung Mekarsari masih terus bertahan dilokasi penggusuran.

Hal itu dilakukan, kata Suryanto, untuk membuktikan bahwa warga benar-benar memiliki hak atas tanah yang telah ditempatinya sejak puluhan tahun silam.

"Masih terdapat sejumlah warga yang masih bertahan di lokasi penggusuran, ada juga sebagian warga yang sudah menempati Rusunawa. Warga yang bertahan di sini hanya menuntut haknya sebagai warga negara dapat terpenuhi," terang Suryanto, ketika berbincang dengan TitikNOL, Rabu (20/12/2017).

Kendati demikian, Tim Advokasi dari unsur ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten itu menambahkan, bahwa warga hanya menuntut haknya sebagai warga negara agar terpenuhi.

"Warga telah menempati lahan ini sudah puluhan tahun, setidaknya Pemkot Tangerang dapat memfasilitasinya bukan malah menggusur demi kepentingan tertentu. Jika ini kepentingan pihak pengembang Palm Semi, maka pihak pengembang bisa memberi ganti untung yang sesuai, bukan pinjam tangan untuk gusur warga," tambahnya.

Meski demikian, terkait hal tersebut ketika TitikNOL mencoba konfirmasi Ivan Yudianto, selaku Asisten Daerah (Asda) 1 Bidang Pemerintahan Kota Tangerang, melalui seluler belum mendapatkan tanggapan terkait hal tersebut. (Don/red)

Komentar