Jum`at, 4 April 2025

Akibat Corona Warga Tahan Lapar 4 Hari, Politikus Nasdem: Sedang Program Puasa

Pimpinan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Roni Alfanto. (Foto: TitikNOL)
Pimpinan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Roni Alfanto. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan mulai kesulitan mencari kebutuhan hidup, akibat dampak pandemi Corona yang melanda Banten.

Baru-baru ini, setidaknya ada dua kasus warga yang tidak mampu mengeluhkan sulit mendapat mata pencaharian sehari-harinya.

Salah satunya terjadi pada Yuyun (37), Warga asal Kelurahan Pemancangan Baru, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang yang menahan lapar empat hari bersama suami dan dua anaknya.

Menanggapi hal itu, Pimpinan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Roni Alfanto mengatakan, keluarga itu sedang menjalankan program puasa. Meski, latar belakang ekonominya dibawah garis kemiskinan.

Menurtnya, hal itu diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun dari Wakil Wali kota Serang Subadri Ushuluddin. Politikus Nasdem itu juga menegaskan, bahwa satu keluarga itu bukan tidak makan selama empat hari, melainkan sedang menjalankan ibadah puasa.

"Saya berbincang sama pak Wakil, yang 4 hari itu memang puasa, dia melakukan puasa. Itu informasi yang kami dapat. Bukan 4 hari tidak makan, tapi memang puasa. Dan memang ekonominya juga perlu perhatian. Tapi lagi program puasa. Itu yang kami dengar," katanya saat ditemui di ruang Paripurna, Senin (06/04/2020).

Ia menjelaskan, bantuan berupa sembako sudah dianggarkan melalui program yang ada di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang. Tujuannya, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan meningkatkan gizi.

"Kami sudah ada program di Dinsos pembagian sembako atau paket. Tentu kami bisa bantu melalui Dinsos," jelasnya.

Diketahui, bahwa Yuyun yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang keliling dan buruh setrika, tidak mendapatkan penghasilan lantaran mayoritas warga melakukan aktivitas di rumah mengikuti imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.

Karena tidak memiliki pemasukan, Yuyun terpaksa mengajak anaknya untuk berpuasa demi meminimalisir pengeluaran kebutuhannya. Peristiwa ini diketahui setelah Yuyun mencurahkan keluhannya kepada tetangganya. (Son/TN1)

Komentar