Jum`at, 4 April 2025

BKD Didesak Beri Sanksi Wakil DPRD Jakarta Kaitan Stetmen Pilihan Kunker yang Dinilai Merendahkan Lebak

Ketua FSMB, Aziz Awaludin. (Foto: TitikNOL)
Ketua FSMB, Aziz Awaludin. (Foto: TitikNOL)

BANTEN, TitikNOL - Forum Silatirahmi Mahasiswa Banten-Jakarta (FSMB), mengecam keras pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. taufik, tentang stetmennya yang dinilai merendahkan Lebak.

Pernyataan politisi Partai Gerindra itu, yang membandingkan antara kunjungan ke luar negeri atau ke Kabupaten Lebak, dianggap tidak pantas karena bernada merendahkan masyarakat Lebak.

Hal itu terlontar pada saat M. Taufik menerangkan alasan anggaran kunjungan kerja di DPRD DKI Jakarta yang naik jadi Rp45,1 miliar dalam Raperda APBD hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2022.

"Kami segenap unsur mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Jakarta sangat kecewa terhadap sikap M. Taufik selaku putra daerah asal Kabupaten Lebak yang sukses berkarir di Ibu Kota malah menilai dan mengucilkan tanah kelahirannya dan menganggap tidak ada apa-apanya," kata Ketua FSMB, Aziz Awaludin, Selasa (18/1/2022).

Ia menyebutkan, Kabupaten Lebak saat ini sudah berkembang dengan banyaknya indsutri berskala besar yang sudah berdiri. Lebak juga memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap, yang tidak ada di wilayah lainnya di Indonesia.

“Pernyataan M. Taufik seolah memberi kesan bahwa Lebak itu tertinggal, bahwa Lebak itu wilayah kampung yang tidak layak dikunjungi, bahwa Lebak itu wilayah pedalaman yang tidak ada apapun. Ini jelas menyakitkan bagi kami selaku warga Lebak," ujarnya.

Baca juga: Dinilai Merendahkan Lebak, Apsdesi Bayah Kecam Pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

Ia menerangkan, projek nasional Waduk Karian yang akan mengairi Tangerang-Jakarta dan pabrik semen terbesar se-Asia Tenggara kini sudah ada di Lebak.

Maka, M. Taufik didesak meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya. Selain itu, Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD DKI Jakarta diminta menegur dan memberikan sanksi kepada Wakil Pimpinan tersebut.

"Kami meminta kepada M. Taufik agar meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lebak dan kami memohon kepada badan kehormatan dewan agar menegur dan memberikan sanksi begitupun kepada pimpinan partai Gerinda agar memberikan sanksi pula," terangnya.

Bahkan, pihaknya mengaku akan melakukan demontrasi di depan gedung DPRD DKI Jakarta untuk mendesak penyataan maaf dari M. Taufik.

"Kami dari elemen mahasiswa akan melakukan kajian dan teklap untuk melakukan aksi unjukrasa di depan gedung DPRD DKI dan juga DPP Partai Gerindra," tegasnya. (TN3)

Komentar