Cerita Pasien Sembuh: Hati Gembira Kunci Menang Lawan Corona

Ilustrasi. (Dok: Radarbogor)
Ilustrasi. (Dok: Radarbogor)
SERANG, TitikNOL - Kabar baik datang dari salah satu pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid 19, setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten selama dua minggu.

Dari video berdurasi 2 menit 45 detik yang dibagikan juru bicara gugus tugas Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, keluarga pasien yang sembuh Corona mengungkapkan, bahwa kunci menang dalam melawan covid 19 adalah hati pasien yang gembira.

Kegembiraan pasien itu atas kerja keras dan ikhlas dari pelayanan tenaga medis yang baik. Sehingga pasien tidak merasa tertekan oleh penyakit yang dideritanya.

Anak dari salah satu pasien yang dinyatakan sembuh, D mengatakan, sejak 27 Maret 2020 ibunya terkapar di kasur rumah sakit karena terinfeksi virus Corona. Kegembiraan adalah obat bagi ibunya yang berhasil menang perang melawan Corona.

“Saya sangat beresyukur mamah saya dirawat di sini (RSUD Banten), karena saya percaya pelayanan covid ini bukan hanya tindakan medis, tapi hati yang gembira adalah obat. Itu yang mamah saya dapatkan di sini,” katanya.

Ia mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tim medis dari RSUD Banten. Sebab sebelumnya, ibunya tidak mendapatkan pelayanan maksimal di rumah sakit swasta.

Keterbukaan pihak RSUD Banten tentang informasi perkembangan pasien sebuah ketenangan baginya. Mengingat, tidak sedikit pasien yang meninggal akibat terinfeksi Corona.

“Di RSUD ini mamah saya dirawat dengan baik, dokter dan perawatnya baik banget beda sama RS swasta yang sebelumnya mamah saya dirawat di sana,” ungkapnya.

Sapaan dan cengkrama tenaga medis yang hangat, modal utama pasien bisa melewati masa kritisnya. Selama dirawat di RSUD Banten, ia mengaku ibunya selalu mendapatkan perlakuan baik. Bahkan terkadang, tenaga kesehatan sering memberikan motivasi untuk ibunya bangkit.

Di samping itu juga, sesekali tim medis berprilaku seperti anak kecil hanya untuk merayu dan menghibur pasien agar mau menghabiskan makanannya. Sehingga, tidak ada kecanggungan antara pasien dan tenaga medis.

“Sehingga mamah saya sudah negatif dan di pulangkan. Terimakasih kepada perawat, dokter walaupun punya tekanan batin di dalam tapi mereka melayani dengan tulus dan ikhlas. Sehingga pasien gembira,” terangnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih terhadap tenaga medis yang sudah menyembuhkan ibunya. Dengan kerjasama yang baik, pihaknya yakin Indonesia terlebih khusus Banten dapat menang dalam perang melawan Corona atau Covid 19.

“Tetap semangat buat dokter, perawat. Saya tidak bisa membalas kebaikan dan semoga Tuhan dapat membalas serta memberkati kalian. Kita pasti bisa melawan covid 19,” harapnya. (Son/TN1)

Komentar