Kesal Terdampak Polusi, Puluhan Ibu-ibu di Lebak Oncog PT Aplus

Puluhan ibu rumah tangga warga Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung protes soal polusi debu ke Pabrik Semen Putih dan Gypsun PT Aplus. (Foto: Ist)
Puluhan ibu rumah tangga warga Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung protes soal polusi debu ke Pabrik Semen Putih dan Gypsun PT Aplus. (Foto: Ist)


LEBAK, TitikNOL - Sambil menggendong anak, puluhan ibu rumah tangga di Kampung Cikumpul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mendatangi pabrik Semen Putih dan Gypsun PT Aplus, yang berlokasi di Ruas Jalan Rangkasbitung - Cikande yang tidak jauh dari permukiman warga, Minggu (5/11/2017).

Kedatangan warga itu untuk memprotes dan menuntut pihak perusahaan PT Aplus agar bertanggungjawab, atas polusi udara yang disebabkan pabrik tersebut.

Warga mengaku terganggu dan khawatir terserang berbagai macam penyakit, akibat dampak polusi debu yang terhirup.

Selain terhirup, warga juga mengeluhkan kotornya genting dan lantai teras rumah mereka setiap harinya.

"Yang bikin resah itu semenjak debu berwarna hitam kaya bakaran batu bara, jemuran baju semua kotor-kotor. Semenjak ada debu yang hitam berterbangan ke rumah-rumah, debunya bikin gatel-gatel sama bintik merah di kulit pak. Saya sekeluarga kena gatel-gatel," ujar Mimin (41), salah seorang ibu rumah tangga yang turut melakukan protes ke perusahaan PT Aplus.

Akibat terkena gatal, Mimin mengaku sudah berobat ke Puskesmas setempat dengan biaya sendiri. Namun hingga saat ini sakit gatalnya belum sembuh.

"Keponakan saya juga yang usianya 1,4 tahun sama ibunya, juga sama kena gatel-gatel dan bintik merah," beber Mimin.

Senada dikatakan Rika (27) warga lainnya. Kata Rika, jika pagi hari saat bangun tidur, lantai rumah kotor dan banyak anak -anak warga setempat yang lubang hidungnya hitam-hitam seperti habis menghirup debu.

"Pokoknya kasihan kalau banyak anak-anak lubang hidungnya hitam seperti menghirup debu kalau habis bangun tidur," keluh Rika.

Sementara itu, puluhan ibu rumah tangga yang mendatangi perusahaan PT Aplus mengancam akan melakukan aksi yang sama bila tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Warga menilai, perusahaan sudah mengabaikan kesehatan dan kenyaman warga sekitar pabrik. Sebab, peristiwa yang sangat meresahkan warga tersebut sudah berlangsung selama dua minggu terakhir, namun dibiarkan tetap terjadi.

"Pokoknya besok kami akan datang lagi ke sini (pabrik) jam 8 pagi," teriak seorang Ibu yang menggendong anak balitanya di depan halaman perusahaan PT Aplus. (Gun/red)

Komentar