Protes Polusi Debu, Warga di Lebak Utus Perwakilan Temui Manajemen PT Aplus

Area pabrik milik PT Aplus yang disebut cemari rumah warga. (Dok: TitikNOL)
Area pabrik milik PT Aplus yang disebut cemari rumah warga. (Dok: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ancaman puluhan Ibu-ibu rumah tangga warga Kampung Cikumpul, Desa Citeras, Kabupaten Lebak yang akan mendatangi kembali pabrik yang memperoduksi Semen Putih dan Gypsun PT Aplus berlokasi di sekitar permukiman warga, sepertinya urung dilakukan.

Pasalnya, pasca terjadinya aksi puluhan ibu rumah tangga yang menggeruduk pabrik PT Aplus, untuk melakukan protes dan meminta tanggungjawab pihak perusahaan atas terjadinya polusi udara akibat debu berwarna hitam pekat menghujani permukiman penduduk.

Tripides Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung yakni, Kades, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat bersama sejumlah RT dan RW serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Minggu malam langsung menggelar rapat di kantor desa Citeras guna menyikapi keluhan dan tuntutan warga terkait polusi debu yang meresahkan.

Ustadz Madasim, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cikumpul, Desa Citeras mengatakan, rencana aksi susulan warga untuk mendatangi kembali pabrik PT Aplus batal dilakukan.

Kata Madasim, Minggu malam setelah aksi kedatangan puluhan ibu rumah tangga ke pabrik PT Aplus, karena kesal dengan aktivitas pabrik yang mengakibatkan terjadinya polusi debu ke permukiman warga. Pihak Pemdes Citeras kata Ustadz Madasim, sudah melakukan rapat di kantor desa dengan mengundang perwakilan warga, tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, RT dan RW yang dihadiri oleh Bhabinkamtibas dan Babinsa Citeras.

"Hari ini sejumlah perwakilan warga, tiga ketua RT dan RW juga tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, didampingi aparat kepolisian dan babinsa yang akan menemui manajemen perusahaan. Jadi tidak ada aksi kedatangan warga seperti kemarin," terang Ustadz Madasim saat ditemui TitikNOL, Senin (6/11/2017).

Ditempat yang sama, dikatakan Ade, salah seorang tokoh pemuda setempat. Kata Ade, kekesalan warga akibat polusi debu sudah lama dipendam dan sudah memuncak, karena pihak manajemen perusahaan PT Aplus kerap mengabaikan keluhan warga yang sudah sering disampaikan ke pihak perusahaan.

"Kami sebagai warga seperti mau dibunuh pelan-pelan dengan adanya polusi debu ini, kami sudah sering sampaikan ke pihak perwakilan perusahaan keluhan warga. Mereka (perusahaan) cuma janji-janji saja, mereka usahanya mencari untung tapi kami sebagai sekitar pabrik yang menjadi korban,"tandas Ade.

Terpisah, Mamad Madra'i, Kades Citeras membenarkan bahwa hari ini, sejumlah perwakilan warga didampingi pihak Pemdes, Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan menemui pihak manajemen perusahaan PT Aplus.

"Semalam kami sudah rapat di kantor desa, jadi untuk hari ini sejumlah perwakilan warga, tiga orang RT dan RW serta Bhabinkamtibmas juga Babinsa yang akan menemui pihak manajemen perusahaan untuk menyampaikan aspirasi warga kami, kebetulan saya tidak ikut karena sedang ada di Tangerang untuk mengikuti rapat evaluasi dana desa 2017, nanti hasil apapun dari pertemuan perwakilan warga dengan pihak perusahaan akan saya sampaikan,"ujar Mamad Madra'i, saat dihubungi.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, TitikNOL belum mendapatkan konfirmasi dari pihak manajemen perusahaan PT Aplus. (Gun/red)

Komentar