Jum`at, 4 April 2025

Nah loh, Penasihat Himpunan Nelayan Bayah Merasa Difitnah Kolaqi

Ilustrasi nelayan. (Dok: bantensite)
Ilustrasi nelayan. (Dok: bantensite)

LEBAK, TitikNOL - Penasihat Himpunan Nelayan Bayah (HNB) Kabupaten Lebak, Wiwim, merasa telah difitnah Ketua Koperasi Laut Qidul (Kolaqi). Ini berkaitan dengan pengelolaan limbah besi Terminal Khusus (tersus) dan Dermaga PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah.

Menurut Wiwim, sekitar pada bulan Juni 2016 lalu, Eko Priyono menjanjikan kepada Wiwim selaku pribadi untuk mengelola limbah besi di tersus dan Dermaga PT. Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah.

Namun hingga Oktober ini, janji tersebut tak kunjung dipenuhi oleh Eko. Namun di luar sepengetahuan dirinya, Eko malah sudah mengatakan kepada sejumlah pihak, bahwa limbah besi di tersus dan dermaga PT. Cemindo Gemilang tersebut sudah ditangani dirinya.

Baca juga: Nelayan Bayah Tagih Uang ke Ketua Kolaqi, Nilainya Fantastis

Eko juga telah mempersilakan sejumlah pihak dari berbagai unsur seperti pers dan LSM ada jatah uang sebesar Rp300 per kilogram dari limbah besi yang dikelola Wiwim.

Akibat pernyataan Eko tersebut, Wiwim pun merasa sudah di fitnah. Sebab sampai saat ini dirinya tidak pernah melakukan dan menangani limbah besi yang dijanjikan tersebut.

"Dua hari lalu saya memang menemui Eko, sempat kencang saya ke Eko. Saya meluapkan emosi saya ke dia, dia diam saja. Saya satu kilo pun belum pernah menjual limbah besi itu. Saya kesal banyak teman dari OKP, LSM dan Wartawan yang menanyakan soal jatah Rp300 itu yang dikatakan Eko ke sejumlah pihak," ujar Wiwim, kemarin.

Terpisah, Eko Priyono, Ketua Kolaqi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat soal pengelolaan limbah besi yang dijanjikan dirinya kepada Wiwim dan adanya uang koordinasi. Eko pun membantah adanya uang koordinasi.

"Kalau masalah limbah kami belum menjual dan karena pihak perusahaan belum mengijinkan, sampai saat inj kami belum melakukan pengelolaan limbah besi dari pihak manapun. Apalagi ada pengkondisian fee kepada para pihak itu tidak benar. Silahkan tanya pihak mana yang mendapatkan fee limbah besi?" kilah Eko. (Gun/Quy)

Komentar