Pasir Basah Berserakan di Jalan Raya Saketi - Malingping Dikeluhkan Pengendara

Tampak jalur jalan provinsi di Banjarsari dipenuhi berserakannya ceceran pasir basah dari truk angkutan tambang setempat. Ini sangat membahayakan pengguna jalan. (Foto: TitikNOL)Tampak jalur jalan provinsi di Banjarsari dipenuhi berserakannya ceceran pasir basah dari truk angkutan tambang setempat. Ini sangat membahayakan pengguna jalan. (Foto: TitikNOL)
LEBAK, TitikNOL - Keberadaan ceceran pasir basah yang berserakan di jalan raya Saketi - Malingping, tepatanya di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, yang berasal dari tumpahan truk angkutan pasir dikeluhkan warga.

Sebab, pasir yang bercampur tanah membuat jalan licin dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalulintas di lokasi itu. Adapun titik terparah berada di Kampung Warungsugan Desa Cilegong Hilir Kecamatan Banjarsari.

Warga pun minta pengusaha tambang pasir di Kecamatan Banjarsari memperhatikan warga pengguna jalan, ini demi kenyamanan dan keamanan para pengendara roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang kerap melintasi jalur tersebut.

Sudrajat, salah seorang warga menyebut, pengusaha pasir harus bertanggung jawab atas pasir yang berserakan di jalan raya tersebut.
Kata dia, selain pengusaha, pemerintah pun harus turut andil dalam tanggungjawab tersebut karena telah memberikan ijin usaha itu.

"Pemerintah pun harus bertanggung jawab dan tegas terhadap pengusaha yang berada di daerah Kecamatan Banjarsari, karena jelas persoalan ini merugikan warga dan pengguna jalan,” tandas Sudrajat, Sabtu (11/1/2020).

Dijelaskan Sudrajat, jalan tersebut adalah jalan umum, apalagi sekarang musim hujan dengan jelas jalan tersebut licin.

"Karena itu warga meminta kepada pemerintah agar pengusaha pasir yang tidak memiliki izin di tindak tegas jangan pada tutup mata,” tandasnya.
Sementara Usep, salah seorang pengendara motor, mengaku risih jika melewati jalur jalan di Kecamatan Banjarsari.

"Iya, itu jalan licin banget, berserakan pasir campur lumpur tanah. Saya kalau lewat Banjarsari suka risih dan harus hati-hati karena rawan kecelakaan," ungkapnya. (Gun/TN1)

Komentar