LEBAK, TitikNOL - Proyek penanganan banjir Sungai Cimadur Hilir yang berlokasi di Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, terus dikebut pembangunannya.
Informasi yang diperoleh dari pihak pelaksana proyek dari CV. Putra Karang Tampomas, proyek yang didanai dari APBD 2022 Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), di minggu ke-6 ini sudah mencapai 13,22 persen.
Proyek yang akan berakhir masa kontrak pada Desember 2022 mendatang ini, diyakini akan berdampak positif terhadap warga di dua desa yakni Desa Bayah Timur dan Desa Cimancak.
Karena, selain menguatkan jembatan penghubung dua desa yang nyaris roboh, juga akan mencegah sawah di lokasi tersebut yang setiap banjir, selalu terkikis luapan air sungai.
"Saya mewakili ribuan warga, berterimakasih kepada Pemprov Banten dengan adanya proyek ini. Kami tidak bisa membayangkan jika proyek ini tidak ada, bisa saja jembatan penghubung dua desa itu akan putus dan kerugian akan sangat banyak dialami kami," ujar Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, saat di ruang kerjanya, Senin (8/8/2022).
Sejauh ini kata Rafik, pihaknya selalu menekankan kepada pihak pelaksana, agar sesuai spek teknis dalam melaksanakan pembangunan penanganan banjir di Cimadur Hilir. Hal itu menurutnya harus ditekankan, agar hasilnya bisa terasa manfaatnya secara maksimal untuk masyarakat.
"Sejak awal mulai pembangunan, Saya terus mengontrol prosesnya. Sejauh ini, pihak pelaksana masih tertib dan sesuai dengan yang diharapkan dalam melaksanakan pembangunanya," kata Rafik.
Terpisah, Viki Taufik, pelaksana kegiatan di proyek penanganan banjir Cimadur Hilir mengatakan, masuk ke minggu ke-6 ini progres pembangunan sudah mencapai 13, 22 persen.
Hal itu menurutnya, sudah sesuai dengan metode dan progres kerja yang diarahkan oleh pihak dinas maupun pihak konsultan.
"Sudah 13,22 persen Pak progres pekerjaannya. Saat ini sedang memasang bronjong untuk dasarnya. Sesuai arahan dari pihak konsultan dan dinas, kami akan maksimalkan pelaksanaan kegiatannya agar sesuai dengan progres kerja yang sudah ditetapkan," jelas Viki.
Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah pekerja terlihat memasukan batu belah ke kawat beronjong yang ada di Sungai Cimadur.
Kawat beronjong yang sudah tersusun pun terlihat memanjang ke arah hulu sungai dan menjadi pembatas antara sungai dan lahan sawah yang berada di kanan Sungai Cimadur. (AS/TN3)