LEBAK, TitikNOL - Tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak (TNGHS) tepatnya di lokasi eks tambang PT. Antam (Tambang Emas Cirotan) Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, kembali menelan korban jiwa.
Informasi yang diperoleh TitikNOL, dua orang penambang tanpa izin (PETI) alias gurandil tewas di dalam lubang 900 dikedalaman 100 meter.
Para gurandil ini tewas diduga karena kehabisan oksigen dan menghirup zat asam. Para korban baru dapat di evakuasi pada Minggu (9/4/2017) sekira pukul 09.00 WIB.
Kedua korban tewas yakni, Dedi (35) warga kampung Ciayunan RT01/RW02, Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber dan Sanim (55) warga kampung Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak.
Kedua gurandil tewas di lokasi tambang emas eks PT. Antam yang dikelola oleh Emis, salah seorang warga kampung Ciayunan, Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber.
Kapolsek Cibeber, AKP Hero membenarkan peristiwa tersebut. Kata Hero, kedua penambang tewas di lokasi tambang eks PT. Antam yang dikelola oleh masyarakat.
"Iya benar, kedua korban tewas sudah berhasil di evakuasi. Keduanya tewas di dalam lubang diduga kehabisan oksigen, bukan tertimpa longsor," tukasnya. (Gun/red)