Tidak Transparan Soal Dana Desa, Warga Tuntut Kades Cipeundey Mundur

Ratusan warga Desa Cipendeuy tuntut kades mundur di depan Kantor Desa setempet. (Foto: TitikNOL)
Ratusan warga Desa Cipendeuy tuntut kades mundur di depan Kantor Desa setempet. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ratusan warga desa Cipeundey, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Desa setempat, Selasa (3/10/2017).

Dalam aksinya, massa menuntut agar Kades Cipendeuy, Hambali, mundur dari jabatannya, karena dianggap tidak mampu menjalankan roda pemerintahan di desa.

Menurut warga, selama Hambali menjabat, penggunaan anggaran dana desa tidak transparan dan tidak jelas peruntukannya.

Salah satunya, anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) diduga telah diselewengkan, dimana anggaran sebesar Rp50 juta, yang dibelanjakan hanya 15 juta untuk pembelian ternak Bebek, itupun fisiknya tidak ada, hingga sisa anggaran sebesar Rp35 juta tidak jelas peruntukannya.

Selain itu, Hambali dianggap sudah tidak mencerminkan seorang pimpinan. Sebab banyak masyarakat yang dulu tidak mendukungnya sulit untuk mendapatkan pelayanan administrasi.

Tidak hanya itu, Hambali juga dituding telah menghambat jalannya kegiatan yang dilakukan tim pelaksana kegiatan (TPK), dimana kepala desa banyak mengintervensi TPK.

Salah satunya dengan menyetop kegiatan yang sedang dilakukan, dengan alasan pekerjaan tetsebut akan diborongkan ke seseorang.

Koordinator aksi warga desa Cipeundey, Eep Saefullah, menginginkan kepala desa Cipeundey turun dari jabatanya atau mengundurkan diri.

Sebab menurutnya, Hambali telah melenceng dari jabatannya yang tidak memahami tugas dan fungsi sebagai kepala desa.

"Ini merupakan ketidakmampuan kades yang tidak becus menjalankan pemerintahan. Bahkan dalam melayani masayarakatpun, kades banyak mempersulit dengan alasan yang tidak jelas," katanya.

Dikatakan Eep, kendati kepala desa tidak mengundurkan diri, dirinya dan warga lain akan melaporkan hal ini kepada penegak hukum untuk diproses hingga ada kejelasan siapa yang benar dan yang salah.

"Hari ini tututan kami tidak digubris bahkan banyak yang tidak nyambung dengan pertaanyaan yang kami lontarkan untuk itulah kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum," katanya.

Senada juga disampaikan pendemo lainnya, Ence Asep. Menurutnya, persoalan ini tidak cukup dengan melakukan aksi hari ini. Namun pihaknya akan mengumpulkan beberapa temuan yang diduga telah diselewengkan.

"Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan kepada pihak berwajib terkait dugaan penyalahgunaan angaran dana desa," katanya.

Sementara itu, kepala desa Cipeundey, Hambali, saat memberikan penjelasan dihadapan pendemo, membantah tudingan tersebut.

"Persoalan itu hanya miskomunikasi dan kesalahpahaman, yang benar anggaran TPK itu belum turun dan untuk BUMDES itu fisiknya juga ada, bahkan sudah selesai tahap pemeriksaannya," katanya.

Aksi yang berjalan dari jam 14.00 hingga jam 16.00, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. (Gun/red)

Komentar