LEBAK, TitikNOL - Isi takaran tabung gas non subsidi berukuran 12 kilogram tidak hanya terjadi di wilayah Rangkasbitung saja. Warga di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak pun mengalami keluhan sama.
Bisri, salah seorang warga di wilayah itu mengaku membeli gas non subsudi di sebuah agen dan menduga jika isi tabung elpiji yang dibelinya tidak penuh.
"Saya beli di pangkalan depan BRI rutin tiap bulan. Awalnya tabung 12 kilogram cukup untuk 1 bulan. Tapi sudah 2 kali ngisi hanya bertahan setengah bulan saja. Padahal pemakaian normal," ujar Bisri kepada wartawan, Minggu (22/10/2017) kemarin.
Bisri mengaku tidak tahu penyebab berkurangnya takaran isi tabung gas 12 kilogram yang digunakannya. Namun, dirinya meminta agar hal tersebut diusut tuntas oleh pihak berwenang, agar tidak terulang kembali permasalahan berkurangnya takaran isi gas elpiji 12 kilogram tersebut.
"Penyebabnya saya juga kurang hapal, mungkin bisa diinvestigasi lebih dalam. Semoga tidak terjadi hal seperti itu lagi ke depannya," tukasnya.
Baca juga : Hati-hati Kena Tipu! Di Lebak, Beredar Gas 12 Kg Kurang Takaran
Terpisah, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto kepada TitikNOL melalui pesan WhasAppnya, berjanji akan segera menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan terkait keluhan masyarakat pengguna gas elpiji 12 kilogram tersebut.
"Terimakasih infonya, nanti saya turunkan tim untuk cek ke lapangan," singkatnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Rangkasbitung mengeluhkan berkurangnya isi gas non subsidi berukuran 12 kilogram yang dibelinya. (Gun/red)