SERANG, TitikNOL – Ketua majelis hakim M Sainal, menyindir SM Hartono yang menjadi saksi mahkota untuk terdakwa mantan Dirut PT BGD Ricky Tampinongkol. Sindiran diungkapkan Sainal, karena Hartono kerap menyinggung-nyinggung soal amplop atau uang transport.
"Selalu saudara (Hartono) ini soal amplop ya. Istilahnya apalah itu, uang aspirasi," ucap Sainal.
Pernyataan Sainal itu disampaikan, berawal ketika Hartono mengaku pernah didatangi seorang bernama Meta dari BGD. Namun, ketika itu ia mengaku tak mengenalnya.
"Oktober, November saya kena musibah. Sakit, kemudian saya dibesuk Meta yang saya tidak kenal dan menyerahkan bunga. Saya bilang bagaimana kamu, masa orang sakit dikirim bunga. Pikiran saya, orang sakit itu kelazimannya kita ya dikirim buah, kalau enggak kue, kalau enggak amplop putih," ucap Hartono, disambut riuh para pengunjung sidang.
Amplop kedua yaitu ketika Hartono mengaku menerima uang aspirasi terkait pembahasan APBD. Saat ditanya hakim tentang resmi tidaknya uang tersebut, Hartono menyatakan bahwa uang aspirasi resmi karena memang dianggarkan.
"Resmi pak. Itu kan dianggarkan dalam pembahasan anggaran," kata Hartono.
Baca juga: Hartono Sempat Tolak Penyertaan Modal Bank Banten
Puncaknya, ketika Hartono mengakui pernah menanyakan amplop transport saat pertemuan di sebuah hotel saat pertemuan pembahasan anggaran.
"Saya nanya setelah pertemuan itu ada enggak amplopnya," ucap Hartono.
Tak pelak keterangan itu ditimpali majelis hakim. "Selalu saudara ini soal amplop,
Istilahnya apalah itu dana aspirasi lah. Saudara ini SKPD diminta-mintain begitu ya," katanya. (Kuk/red)