Dinkes Bantah Pasien Covid 19 Terlantar di RSUD Banten

Ilustrasi. (Dok: Dream)
Ilustrasi. (Dok: Dream)
SERANG, TitikNOL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramuji Hastuti, membantah adanya pasien atas kasus Covid 19 yang dilantarkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.

Menurutnya, tim advokasi RSUD selalu menginformasikan perkembangan pasien kepada keluarganya. Hal yang mustahil sebuah RS tidak memberikan pelayanan kesehatan dan makan. Setiap RS wajib menjalankan Standar pelayanan dengan harapan pasien dapat sehat dan pulih.

"Keluarga pasien tidak ada yang boleh masuk ke lingkungan RS untuk menghindari penularan Covid. Sehingga tentunya itu hanya asumsi mereka saja, karena mereka tidak melihat apa yang sudah dilakukan oleh RS kepada pasien," katanya kepada TitikNOL melalui pesan singkat, Jumat (27/03/2020).


Ia mengatakan, tim medis penanganan kasus wabah virus Corona kerja ikhlas, totalitas dan tuntas dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Tanpa perlu diapresiasi, mereka sudah mengorbankan tenaga, waktu serta rela tidak bertemu dengan keluarga demi memberikan pelayanan yang prima terhadap pasien.

"Semua perlu proses dan setiap harinya kami evaluasi dan cari solusi. Dalam kondisi bencana sulit untuk mencapai kesempurnaan, justru yg diperlukan kerja ikhlas, kerja keras, kerja sama, sedikit bicara banyak bekerja," terangnya.

Untuk mencegah penyebaran infeksi virus Corona lebih cepat, pihaknya mengaku telah merekrut sebanyak 43 petugas kebersihan agar menjaga keseterilan lingkungan RSUD Banten.

"Kami sudah menambah 43 petugas kebersihan yang mulai bekerja besok dan menyiapkan tempat atau bak yang lebih besar yang sedang kami pesan agar APD bekas dipakai bisa tertampung semua," jelasnya.

Ia berharap, masyarakat dapat mengerti dengan kondisi Banten saat ini yang sedang terpapar wabah. Bukan mencela tim medis dan mencari kesalahannya.

"Bukan untuk mencari kesalahan dan kekurangan, justru bagaimana kekurangan itu bisa diselesaikan bersama. Kesempurnaan adalah milik Allah," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar