Kamis, 3 April 2025

Gudang Penyimpanan Benih Lobster Digerebek Mabes Polri, Benur Senilai 10 M Disita

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso dan Kasat Reskeim AKP Dadi Perdana Putra mendampingi Direktorat Tipiter Bareskrim Mabes Polri saat menunjukan barang bukti benih lobster. (Istimewa).
Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso dan Kasat Reskeim AKP Dadi Perdana Putra mendampingi Direktorat Tipiter Bareskrim Mabes Polri saat menunjukan barang bukti benih lobster. (Istimewa).

SERANG, TitikNOL - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Mabes Polri, menggerebek sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan benih lobster di Kampung Kosambi, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

"Dalam penggerebakan ini kita mengamankan sebanyak 50.000 benih lobster, aset kerugian negara yang diselamatkan dalam penggerebakan ini sekitar Rp10 miliar," ujar Kompol Agung Yudi Adi Nugraha, Kanit Direktorat Tipiter Bareskrim Mabes Polri saat dikonfirmasi, Senin (16/4/2018).

Selain mengamankan benih 50.000 benih lobster, polisi juga mengamankan 10 orang dalam penggerebekan tersebut.

"Tukang packing 9 orang dan 1 orang penjaga gudang. Jadi semuanya 10 orang yang kita amankan. Kalau tersangka belum ya, ini baru kita amankan saja," jelas Agung.

Sebanyak 10 orang yang diamankan tersebut, semuanya warga lokal atau warga setempat.

Agung menyebut, gudang tempat penyimpanan benih lobster tersebut sudah beroperasi sejak 3 April 2018 yang lalu.

"Gudang ini sudah beroperasi sejak 3 April, pengiriman sendiri sudah 5 kali, ini sudah masuk yang ke 6 kali," ungkapnya.

"Benih lobster ini dikirim ke Jambi, kemudian Jambi dikirim ke Singapore. Pengirimannya ke Jambi sendiri melalui jalur darat," lanjut Agung menambahkan.

Lebih lanjut Agung menambahkan, benih lobster yang diamankan itu didapat dari Pantai Selatan Sukabumi dan Binuangen, Kabupaten Pandeglang.

"Benih lobster dari Pantai Selatan Pelabuhan Ratu Sukabumi dan Binuangen," ujarnya.

Penggerebakan ini lanjut Agung, dari hasil pengembangan informasi sebelumnya.

"Dari pengembangan informasi sebelumnya yang sudah kita ungkap, akhirnya hasil pengembangan kita ketemu di sini," terangnya.

"Ini ada bos yang menggerakan dan kini masih dalam pengejaran kita. Identitasnya sudah dikantongi dan kini masih dalam pengejaran," tutup Agung. (Ardi/TN1).

Komentar