LEBAK, TitikNOL - Pengelola pasar malam yang akan menjalankan usahanya di lapangan sepak bola pasar buah Mandala, Kampung Neglasari, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, mengaku ditipu oleh salah satu oknum Kades di wilayah tersebut berinisial JA.
Mencuatnya kasus penipuan ini bermula, saat pengelola korsel bernama Eka melaporkan kejadian itu ke Polres Lebak. Diakui Eka, pihaknya pernah ditemui dan diminta uang oleh tiga kepala desa yang dikomandoi oleh JA. Di pertemuan itu, dirinya diminta uang Rp10 juta sebagai dalih untuk biaya perizinan.
"Waktu pertemuan mereka meminta sejumlah uang kepada saya jika ingin buka korsel di lokasi itu. Tiga hari kemudian saya penuhi dengan sejumlah uang yang diminta karena sudah komit," ujar Eka kepada wartawan, Sabtu kemarin.
Namun alangkah kagetnya Eka, saat akan mulai memasang tenda di lokasi korsel, dirinya malahan mendapati ada pihak lain yang lebih dulu memasang tenda di lokasi itu. Lebih kagetnya, pihak yang lebih dulu memasang tenda diketahui diberikan izin oleh JA.
"Tiba-tiba kok kejadiannya seperti ini, malah ada pengelola lain yang sudah masang tenda-tenda sebelum kami melakukan kegiatan," keluhnya.
Terpisah, JA salah satu oknum Kades di Kecamatan Cibadak saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (4/6/2017), mengelak jika disebut telah melakukan penipuan terhadap Eka.
"Maaf bukan saya tidak mau memberikan hak jawab, karena memang saya tidak ada kaitan dengan kegiatan saudara Eka, sekali lagi maaf saya ada tamu," kilah JA melalui pesan singkatnya. (Gun/red).