Tagihan di PT Cemindo Macet, Pengusaha di Bayah Bentuk Asosiasi

Ilustrasi. (Dok: Mediakonsumen)
Ilustrasi. (Dok: Mediakonsumen)

LEBAK, TitikNOL – Sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, membentuk Asosiasi Pengusaha Lebak Kidul (Aspek). Aspek dibentuk, karena tagihan beberapa kepala desa yang bermain proyek di PT Cemindo Gemilang macet alias belum dibayarkan.

Aspek sendiri dimotori oleh salah satu pengusaha yang juga Kepala Desa Suwakan Ady Rapiudin. Sementara untuk bendahara dipegang oleh Ago Juhani yang juga Kepala Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah. Sementara untuk struktur kepengurusan di asosiasi itu diisi oleh sejumlah pengusaha lokal lainnya.

Ketua Aspek Eddy Rapiudin yang mewakili PT Gadung Gumilang mengatakan, asosiasi tersebut dibentuk untuk menyatukan aspirasi maupun saling memberi masukan antar sesama pengusaha di Kecamatan Bayah.

“Dengan terbentuknya asosiasi ini, kita kedepan akan memanggil pihak management PT Cemindo, tentunya kita bergerak atas nama asosiasi untuk memperjuangkan semua perusahaan lokal yang masih ditunggak invoicenya oleh PT Cemindo,” ujar Edi, saat menggelar pertemuan di salah satu rumah makan di Bayah, Rabu (15/8/2018).

Di tempat sama, Sutisna Wijaya yang mewakili PT Bayah Jaya Perkasa (BJP), berterima kasih kepada pemrakarsa asosiasi tersebut. Pasalnya, asosiasi tersebut adalah kumpulnya pihak yang memiliki permasalahan yang sama, yaitu masalah invoice yang macet di PT Cemindo.

“Mudah mudahan dengan terbentuknya asosiasi ini kita semakin solid, kita semakin menjaga sinergitas para pengusaha lokal yang ada di zona 4 ini. Dan kita juga semakin diperhitungkan oleh pengusaha pengusaha asing, dengan terbentuknya wadah ini, kita juga bisa meminimalisir invoice yang macet di Cemindo. Karena PT BJP tagihan invoice di PT Cemindo masih nyangkut dari tahun 2016, kalau kita rupiahkan kurang lebih 12 milyaran masih nyangkut di cemindo tuturnya. (Ryan/TN1)

Komentar