Toko Obat di Kabupaten Serang Menjamur, Kadinkes: Yang Berizin Hanya 5

Kadinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati bersama Kapolres Serang AKBP Wibowo dalam acara sosialisasi penanganan napza di Mapolres Serang. (Foto: TitikNOL)
Kadinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati bersama Kapolres Serang AKBP Wibowo dalam acara sosialisasi penanganan napza di Mapolres Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Serang, Sri Nurhayati, menyebut hanya ada lima toko obat di Kabupaten Serang yang mengantongi izin usaha.

Pernyataan itu diungakpan Sri Nurhayati, dalam acara sosialisasi aspek hukum dan penanganan napza dan obat-obat tertentu, fasilitas pelayanan kesehatan di Mapolres Serang, Selasa (26/9/2017).

"Jumlah toko obat yang ada di Kabupaten Serang tentunya lebih besar dari itu. Akan tetapi dari data yang kami miliki hanya 5 saja yang mengantongi izin usaha," ungkap Kadinkes di hadapan ratusan undangan.

Acara sosialisasi yang digelar di Aula II juga dihadiri Kapolres Serang, AKBP Wibowo, Kepala Satuan Rerserse Narkoba AKP Nana Supriyatna dan Kepala BPOM Kabupaten Serang. Selain itu hadir juga pemilik apotek, apoteker, penanggung jawab toko obat, kepala puskesmas serta tenaga kefarmasian.

Terkait dengan persoalan toko obat yang tidak berizin, kata Kadinkes, pihaknya sudah melakukan pendataan serta memberikan himbauan dan peringatan kepada para pemilik toko-toko obat, agar tidak beroperasi sebelum mengantongi izin usaha.

Bagi para pemilik toko obat yang membandel, lanjut Sri, pihaknya sudah melakukan teguran dan memberikan surat peringatan sesauai standar operasional prosedur (SOP).

"Sesuai SOP, kita lakukan teguran dengan dengan memberikan Surat Peringatan (SP) secara bertahap. Kalau memang sudah SP ketiga, kita akan lakukan kordinasi dengan Satpol PP untuk diambil tindakan," tegas Sri.

Untuk permasalahan di apotek, lanjut Sri, masih ditemukan apotek yang apotekernya tidak berkunjung setiap hari bahkan sebulan. Selain itu juga tidak selalu dilayani tenaga kefarmasian pada saat jam buka usaha.

Oleh karenanya, kecukupan kebutuhan tenaga kesehatan harus diperbaiki serta kepatuhan terhadap regulasi perundang-undangan dan standar pelayanan harus ditingkatkan.

"Saya berharap sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga kefarmasian bisa bekerja sesuai kode etik dan tuntutan profesi masing-masing," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Wibowo, mengungkapkan bahwa narkoba merupakan salah satu dari 4 mesin pembunuh di dunia akibat ulah manusia.

Baca juga: Toko Obat di Serang Timur Disidak Polisi, Beberapa Tidak Berizin

Oleh karenanya, Kapolres mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kasat Norkoba yang telah berinisiatif mengadakan acara sosialisasi ini. Melihat perkembangan nasional pada saat ini, kegiatan sosialisasi semacam ini sangat penting dan strategis dalam menekan penyalahgunaan narkoba.

"Saya berharap acara sosialisasi dapat diterima sebagai wawasan dan dilaksanakan di lapangan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat umum dan tentunya dapat menjadi tambahan amal kebaikan bagi kita semua," kata Kapolres. (hr/red)

Komentar