Dua Petinggi PT BGD Pernah Tersangka Korupsi, Nata: Itu Nggak Masalah

Pejabat Gubernur Banten Nata Irawan. (Dok: net)
Pejabat Gubernur Banten Nata Irawan. (Dok: net)

SERANG, TitikNOL – Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan, telah menunjuk dua petinggi PT Banten Global Development (BGD), yang diketahui pernah menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi saat masih menjabat di Bank Jawa Barat dan Banten (BJB). Keduanya yakni Direktur utama BGD saat ini Agus Ruswendi dan Direktur Entis Kushendar.

Nata pun tidak menampik saat dimintai tanggapan soal ini. Namun Nata mengaku jika kasus yang menimpa dua orang yang baru diangkatnya di posisi strategis di PT BGD, kasusnya sudah dihentikan oleh Kejaksaan agung.

"SP3-nya (surat penghentian penyidikan) kan sudah ada. Kalau orang diduga kan tidak berarti bisa divonis jelek. Enggak bisa begitu dong," kata Nata.

Ia menjelaskan, Pemprov Banten sudah mempertimbangkan dari berbagai aspek dalam menunjuk komisaris dan direksi badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut.

"Ya saya dapat info juga. Kalau memang itu bermasalah ya kita juga enggak mau. Tapi, itu sudah dikomunikasikan dan ternyata itu ada SP3 dan itu adalah sebuah fitnah," ungkapnya.

Nata pun mengaku tidak mempersoalkan soal status dua petinggi di PT BGD yang pernah menyandang status tersangka korupsi.

"Menurut saya enggak masalah, baru dikatakan bersalah setelah divonis pengadilan. Saya kan mempertimbangkan tidak sendiri, kan melihat pengalaman. Pengalamannya bagus lah," pungkasnya.

Baca juga: Perombakan Direksi BGD Disesalkan, DPRD Banten: Harusnya Diuji Dulu

Perlu diketahui, Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya pernah terseret kasus dugaan korupsi pemberian dan penggunaan kredit BJB Tbk Cabang Tangerang kepada PT Primer Agroindustri Makmur (PAM) pada 2013. Kala itu Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung melalui surat perintah penyidikan No.print-105/F.2/Fd.1/10/2013.

Saat itu, Agus Ruswendi menjabat sebagai Dirut BJB, sedangkan Entis Kushendar sebagai Direktur Kredit BJB. Dalam kasus ini, BJB Cabang Tangerang mengucurkan kredit sebesar USD 14 juta untuk fasilitas kredit modal kerja pengembangan bisnis Crude Palm Oil. (Gat/rif)

Komentar