Pengusaha Banten Sebut Ada ‘Praktik Kotor’ dalam Proses Tender Irigasi Cisangu Bawah

Kondisi Irigasi Cisangu Bawah, Desa Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak yang tak kunjung dikerjakan. (Dok:net)
Kondisi Irigasi Cisangu Bawah, Desa Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak yang tak kunjung dikerjakan. (Dok:net)

LEBAK, TitikNOL – Kalangan pengusaha yang ikut tender paket lelang di Provinsi Banten menyebut, jika pelaksanaan pelelangan proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Banten yang dilaksanakan melalui Kelompok kerja (Pokja) pekerjaan kontruksi Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Provinsi Banten banyak permainan.

Menurut UW, selaku direktur PT GPB, dugaan praktik kotor yang terjadi di ULP dan Pokja di DSDAP Banten sangat nampak. Bahkan UW menuding, jika persaingan yang terjadi dalam mendapatkan proyek lelang di dinas itu sudah tidak sehat.

"Saya nilai pelelangan yang dilakukan di ULP pokja pekerjaan kontruksi DSDA-P sudah tidak sehat," ujar Dirut PT. GPB berinisial UW, kepada TitikNOL, Jum'at (27/5/2016).

Menurut UW, indikasi tidak sehatnya proses lelang proyek di ULP Pokja Pekerjaan Kontruksi di DSDAP Banten sudah terlihat sejak awal akan dilakukannya tender proyek.

Baca juga: Pemenang Proyek Irigasi Cisangu Bawah Rp3,9 M Diduga sudah Dikondisikan

"Waktu lelang pertama perusahaan kami diundang melakukan klarifikasi dan pembuktian dengan dua perusahaan lainnya terkait proyek Rehabitasi D.I Cisangu Bawah. Saat itu dari tiga perusahaan yang hadir, hanya perusahaan saya yang lengkap baik secara administrasi dan yang lainnya sudah kami lengkapi," jelas UW.

Tapi kata UW,  pihak ULP malah menggugurkan tiga perusahaan termasuk perusahaan miliknya, dengan alasan yang menurutnya tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Anehnya lanjut UW, Pokja ULP malah membuka kembali penawaran di LPSE, sehingga terjadi tender atau lelang yang kedua.

Baca juga: Warga di Lebak Protes, Proyek Irigasi Cisangu Bawah Rp3,9 M Belum Dikerjakan

"Ini yang menunjukan indikasi itu. Kenapa harus dilakukan penawaran kembali di LPSE, harusnya dilakukan lelang ulang, tapi malah membuka penawaran ulang di LPSE. Kan di bawah yang tiga perusahaan yang diundang masih ada beberapa peurusahaan lainnya diurutan bawah. Harusnya perusahaan itu kan diberikan kesempatan dan dievaluasi kemudian dilakukan pelelangan ulang dong, masa malah membuka penawaran," tandas UW.

UW menambahkan, sejak proses lelang, dirinya mencium adanya salah satu perusahaan yang ikut lelang yang berafiliasi ke Pokja ULP DSDAP Banten. (Gun/red)

TAG dsdap
Komentar