Kordinator UPT Pendidikan Bojongmanik Sebut Pungli SDN 1 Parakanbeusi Salahi Aturan

Ilustrasi. (Dok: Makasar terkini)
Ilustrasi. (Dok: Makasar terkini)

LEBAK, TitiNOL - Ruyatno, Kordinator Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, menyebut jika pungutan yang terjadi di SDN 1 Parakanbeusi terhadap siswa salah. Terlebih, persoalan pungli itu sudah ada pengaduan ke Mapolres Lebak.

Menurut Ruyatno, kebutuhan operasional di sekolah sudah dipenuhi oleh Biaya Operasional Sekolah (BOS). Makanya, seyogyanya pungli di sekolah terhadap siswa tidak terjadi.

"Saya juga sangat menyesalkan kejadian di SDN I Parakanbeusi, ada pungli yang disinyalir memungut uang tabungan sebesar lima persen," ucap Ruyatno kepada TitikNOL kemarin, di Kantor Desa Parakanbeusi.

Kendati begitu, Ruyatno mengaku sudah menelusuri atas kejadian tersebut. Kata dia, siswa yang dipungut dan akan dikembalikan uang tabungannya adalah bagi siswa yang tabungannya di atas Rp1 juta.

Baca juga: Pungli di SDN I Parakan Beusi, Sekretaris Dindikbud: Kabid SD Sedang Telusuri

"Yang akan dikembalikan uang tabungannya yang dipungut lima persen itu, siswa kelas enam yang memiliki tabungan diatas Rp1 juta berjumlah 25 orang siswa. Terus terang saya kecelongan, maka saya sarankan untuk dikembalikan. Yang tabungannya dibawah Rp1 juta katanya tidak dipungut," beber Ruyatno.

Ia juga mengaku sudah mengintruksikan kepada semua sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Bojongmanik, kedepan tidak lagi ada tabungan siswa agar hal serupa tidak terjadi kembali. (Gun/TN1)

Komentar