Soal Kematian Adik Dekan Hukum Untirta, Ini Penjelasan Polisi

Ilustrasi kekerasan. (Dok:net)Ilustrasi kekerasan. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL - Pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Serang masih menunggu hasil visum atau autopsi dari pihak petugas Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang terkait penyebab pasti kematian adik kandung Dekan Untirta Serang, Muhammad Iman Tarjuman (48).

"Kita masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit terlebih dahulu, untuk memastikan penyebab kematiannya," ujar Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino, Kamis (21/4/2016).

Ia menjelaskan, pada saat itu, anggota bersama korban penipuannya juga ikut dalam proses penangkapan dikediaman Imam yang berada di kampung Ranca Sawah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Saat akan dilakukan penangkapan, kata Kasat, tersangka melakukan perlawanan. Namun, saat akan dibawa ke Mapolres Serang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kondisi kesehatan tersangka menurun.

"Pada saat dilakukan penangkapan yang bersangkutan lemas, wajahnya pucat. Saat itu juga, anggota mengecek denyut nadinya ternyata lemah dan langsung bawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis," tuturnya.

Terkait apakah ada tidaknya tindakan kekerasan, Kasat menegaskan pihaknya masih menungu proses autopsi selama 14 hari untuk mengetahui hasilnya dari pihak rumah sakit dr Drajat Prawiranegara.

Baca juga: Parah! 5 Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga Serang Hingga Tewas

"Kita masih tunggu itu (Autopsi), yang jelas proses penangkapan sudah sesuai prosedur," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Imam Tarjuman (48), adik kandung Dekan Fakultas Hukum Universitas sultan ageng Tirtayasa Serang, Aan Asphianto meninggal dunia saat akan dilakukan penangkapan dalam kasus tindak pidana penipuan. (Ros/red)

Komentar