APKLI Kritik Pemkot Serang Soal Ketidaksiapan Relokasi Kepandean

Koordinator lapangan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Banten, Eko Wijanarko. (Foto: TitikNOL)
Koordinator lapangan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Banten, Eko Wijanarko. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Banten kritik pemerintah Kota Serang soal kesiapan relokasi Kepandean yang hingga kini belum kunjung selesai.

Koordinator lapangan APKLI Eko Wijanarko mengatakan bahwa tidak rampungnya penataan Kepandean untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf disebabkan oleh minimnya anggaran.

"Untuk proses penyiapan relokasi dari pemerintah Kota Serang belum siap dalam hal anggaran. Maka kami harapkan ada peran serta dan kebijakan agar di Kepandean benar-benar siap," kata Eko, Rabu (6/3/2019).

Ia mengatakan butuh bukti dalam pembangunan dan penataan Kepadean agar PKL dapat kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

"Dalam ketertiban dan keamanan kami butuh bukti (pembangunan) dari pihak pemerintah," ujarnya.

Disisi lain, harus ada surat keterangan yang jelas bahwa area Kepandean merupakan area untuk PKL sekaligus pengelola.

"Harus adanya surat keterangan untuk pkl mengenai area Kepandean, agar ketertiban dan keaman terjaga," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Syafrudin mengatakan penataan area Kepandean sudah mencapai 50 persen dan akan selesai di tahun ini.

"Persiapan di Kepandean sudah 50 persen dan 50 persen lagi sedang berjalan dan akan rampung ditahun ini," kata Syafrudin.

Ia juga mengakui bahwa Kepandean belum layak huni 100 persen. "Ya meskipun dikatakan kalau layak 100 persen belum. Kami berjalan apa adanya dulu," tegansya. (Gat/TN2)

Komentar