LEBAK, TitikNOL - Belasan karyawan harian lepas (HL) di perusahaan PT. Siam Cement Group (SCG), yang berlokasi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengeluhkan kecilnya upah yang mereka terima.
Dikatakan Ishak, karyawan harian lepas pada bagian security (tenaga keamanan) di perusahaan itu, kendati dirinya sudah bekerja selama 12 tahun, namun upah yang diterima masih belum layak.
Ishak menyebut, upah kotor yang dia terima dari awal bekerja di angka Rp20 ribu perharinya. Saat ini, upah yang diterimanya hanya Rp68ribu perharinya.
"Sekarang karyawan di sini (PT.SCG) di Bayah ada sekitar 20 orang. Sebagian sudah menjadi karyawan tetap, tapi sekitar 13 orang termasuk tenaga securiti 6 orang statusnya masih karyawan harian lepas dengan upah yang diterima berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari kotor," ujar Ishak kepada TitikNOL belum lama ini.
Menurut Ishak, dengan kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil dengan upah minim yang ia terima tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup layak saat ini.
"Banyak keluhan dari karyawan harian lepas dengan upah yang minim itu, ya keluhannya seperti ingin upah layak. Bayangkan saja, kalau hanya Rp68 ribu per hari saja seperti saya ini, buat makan dan bensin saja tidak cukup. Jadi bersihnya saya per hari cuma ngantongin uang Rp10 ribu untuk memenuhi nafkah keluarga," keluh Ishak.
Terpisah, Hadi Susiono, CSR PT SCG Bayah (Semen Lebak) berjanji akan menyampaikan keluhan para karyawan harian lepas tersebut kepada pihak HRD di Jakarta.
"Nanti kami sampaikan ke bagian HRD di Jakarta ya Kang," ujar Hadi melalui pesan singkat.
Untuk diketahui, PT. SCG yang merupakan perusahaan hasil dari akuisisi dari PT. Boral, merupakan perusahaan asal Thailand yang berencana akan membuka pabrik semen di Banten selatan dengan merek Semen Lebak.
Namun saat ini, perusahaan yang berkantor di kecamatan Bayah itu baru melakukan kegiatan inventarisasi aset tanah milik PT. SCG didua wilayah kecamatan yakni di Kecamatan Cilograng dan Kecamatan Bayah. (Gun/red)