Pemuda Tewas Mengenaskan Tidak Jauh dari Tempat Hiburan Malam di Cilegon

Sugiono Sitompul ditemukan tergeletak di depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Cilegon. (Foto: Istimewa)
Sugiono Sitompul ditemukan tergeletak di depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Cilegon. (Foto: Istimewa)

CILEGON, TitikNOL – Seorang pemuda yang diketahui bernama Sugiono Sitompul (22) warga Simaninggir, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ditemukan tewas bersimbah darah tidak jauh dari tempat hiburan malam Regent, tepatnya di depan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Minggu (29/1/2017) dini hari kemarin sekitar pukul 03:00 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban yang mengalami luka disekujur tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang saat itu hendak mencari makan di sekitar lokasi. Kuat dugaan, korban yang saat ditemukan mengenakan kaos hitam itu, menjadi korban pengeroyokan.

Pasalnya, sekujur tubuh korban dipenuhi luka akibat benda tumpul terutama pada kepala sebelah kiri dan terdapat pula luka sayatan pada leher.

Baca juga: Takut Dikeroyok, Pemuda Ini Nekat Loncat dari Fly Over Setinggi 15 Meter

"Saat itu saya dengan teman-teman mau cari makan di warung yang berada sekitar kantor Damkar Kota Cilegon, saya melihat ada orang yang tergeletak dengan penuh luka dan mengeluarkan banyak darah. Setelah saya dekati ternyata korban udah meninggal. Terus saya melaporkan kepada anggota Polsek Cilegon," jelas Fahmi salah seorang warga yang pertama kali menemukan korban.

Kapolsek Cilegon Kompol Dudung Djunaedi membenarkan ada penemuan mayat pemuda di depan Kantor Damkar Kota Cilegon.

"Memang benar ada penemuan mayat seorang pemuda yang diduga korban penganiayaan hingga meninggal dunia. Jasad korban sendiri sudah dibawa ke di RSUD Serang, adapun kasusnya saat ini di tangani oleh Polres Cilegon," ujarnya.

Saat disinggung adanya keterkaitan dengan kasus loncatnya pemuda di Fly Over Cibeber karena takut dikeroyok gerombolan pemuda di depan hiburan malam itu, Kapolsek mengaku masih terus mendalaminya.

"Tidak menutup kemungkinan, namun saya belum bisa memastikan ada keterkaitan atau tidak. Yang jelas saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan petugas Kepolisian," pungkasnya. (Ardi/red)

Komentar